Jakarta, 15 Oktober 2025 — Harga emas (XAU/USD) bergerak stabil pada Selasa (14/10) setelah sempat menembus rekor tertinggi baru di sekitar $4.179 per ons pada awal perdagangan. Penguatan tersebut dipicu oleh meningkatnya permintaan aset safe haven di tengah ketegangan perdagangan AS–Tiongkok, ekspektasi kebijakan dovish dari Federal Reserve (The Fed), serta ketidakpastian ekonomi di sejumlah negara utama.
Pada saat berita ini ditulis, emas bertahan kokoh di atas $4.100, setelah mengalami koreksi intraday dari rekor tertinggi ke sekitar $4.090. Pergerakan ini mencerminkan aksi ambil untung (profit taking) pascareli panjang, ketika para pelaku pasar menyesuaikan posisi untuk mengamankan keuntungan terbaru mereka.
Meskipun terjadi koreksi, tekanan jual tampak terbatas karena pasar masih dibayangi oleh kekhawatiran terhadap potensi kebuntuan perdagangan jangka panjang antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut.
Secara keseluruhan, reli emas masih menunjukkan kekuatan. Logam mulia ini telah melonjak lebih dari 50% sepanjang tahun 2025, menandai performa tahunan terbaik sejak 1979. Kenaikan bersejarah ini didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, ketegangan geopolitik global, serta pembelian emas oleh bank-bank sentral dunia yang terus berlanjut.
Selain itu, arus masuk dana yang kuat ke ETF berbasis emas dan ketidakpastian politik di Prancis dan Jepang turut memperkuat minat investor terhadap logam mulia tersebut. Dengan kombinasi faktor tersebut, reli emas yang memecahkan rekor diyakini masih akan mendapat dukungan kuat dalam waktu dekat.
(Sumber: Fxstreet.com – Diedit oleh Kontak Perkasa Futures Bali)
