REBOUND TAJAM, EMAS MENGUAT DIDUKUNG EKSPEKTASI PEMANGKASAN SUKU BUNGA

Harga emas mencatat rebound tajam pada Jumat (22/8), didorong ekspektasi meningkatnya peluang penurunan suku bunga The Fed pada bulan September setelah komentar Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, di simposium Jackson Hole.

Harga emas spot naik 1,1% menjadi $3.373,89 per ons pada pukul 13.31 EDT (17.31 GMT), sementara emas berjangka AS ditutup menguat 1,1% menjadi $3.418,50. Pelemahan dolar AS sebesar 1% turut membuat emas lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Dalam pidatonya, Powell menyebut bahwa keseimbangan risiko ekonomi dapat memerlukan penyesuaian kebijakan moneter. Meski begitu, ia tidak secara tegas berkomitmen menurunkan suku bunga. Pernyataan ini dinilai memberi sinyal bahwa The Fed membuka ruang untuk pemangkasan suku bunga pada pertemuan 16–17 September.

Menurut alat FedWatch CME, peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin naik menjadi 85%, dari sebelumnya 75%.

“Powell memberi kejutan positif, membuka jalan bagi rate cut September, yang turut mendukung penguatan emas,” kata Tai Wong, pedagang logam independen. “Kini, pasar menanti apakah emas mampu menembus dan bertahan di atas level $3.400 dalam beberapa hari ke depan.”

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump mengatakan akan memecat Gubernur The Fed Lisa Cook jika tidak mengundurkan diri, meningkatkan tekanan politik terhadap bank sentral.

Permintaan emas fisik di Asia masih rendah karena volatilitas harga menahan pembelian, namun di India, penjual perhiasan mulai kembali melakukan akumulasi menjelang musim festival.

Komoditas lain juga menguat: perak spot naik 2,2% ke $39,01 per ons, platinum menguat 0,7% menjadi $1.362,90, dan paladium naik 1,4% ke $1.125,53.

Sumber: Reuters