Harga emas melonjak ke level tertinggi sepanjang masa pada Senin (22/9), didorong oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga lanjutan oleh Federal Reserve (The Fed) serta meningkatnya permintaan safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.
Investor kini menantikan serangkaian pidato pejabat The Fed serta data inflasi utama yang akan dirilis minggu ini sebagai petunjuk arah kebijakan berikutnya.
Harga emas spot naik 1% menjadi $3.718,71 per troy ounce (pukul 09:53 ET / 11:32 GMT), setelah sempat menyentuh rekor tertinggi baru di $3.728,22. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember juga naik 1,3% menjadi $3.752,60.
Menurut Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals, “Arus permintaan safe haven terus mengalir akibat ketidakstabilan geopolitik, termasuk konflik Rusia-Ukraina. Ditambah lagi, pemangkasan suku bunga The Fed minggu lalu dan kemungkinan pelonggaran lanjutan hingga akhir tahun semakin mendorong harga emas.”
Kementerian Pertahanan Rusia pada hari Senin menyatakan pasukannya telah menguasai wilayah Kalynivske di kawasan Dnipropetrovsk, Ukraina.
The Fed sebelumnya memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin — pemangkasan pertama sejak Desember — dan mengisyaratkan kesiapan untuk melonggarkan kebijakan lebih lanjut dengan alasan melemahnya pasar tenaga kerja.
Selain pidato Ketua The Fed Jerome Powell pada Selasa, data inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) yang akan dirilis Jumat turut menjadi sorotan utama.
Di sisi lain, permintaan emas dari bank sentral global meningkat menjadi 63 ton, kembali ke rata-rata pasca-2022 setelah penurunan musiman di Inggris, menurut catatan Societe Generale.
Untuk logam mulia lainnya, perak spot naik 0,8% ke $43,44 per ons, tertinggi dalam lebih dari 14 tahun. Platina turun 0,4% ke $1.398,94, sementara palladium melonjak 3% ke $1.183,93.
Sumber: Reuters
