Harga emas mencetak rekor baru pada Rabu (17/9) setelah Federal Reserve memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dan memberi sinyal jalur pelonggaran sepanjang sisa tahun ini.
Harga emas spot terkoreksi tipis 0,2% menjadi US$3.681,39 per troy ounce pada pukul 14:31 EDT (18:31 GMT), setelah sempat menyentuh rekor US$3.707,40 di sesi yang sama. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup 0,2% lebih rendah di US$3.717,8.
Dolar AS yang terus melemah membuat emas berdenominasi greenback semakin menarik bagi pemegang mata uang lain.
David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures, mengatakan:
“Emas yang kembali menembus rekor sepanjang masa masih merupakan hasil dari ekspektasi lingkungan suku bunga yang lebih rendah ke depan, dimulai dengan pemangkasan 25 basis poin hari ini.”
Pemangkasan ini menjadi yang pertama pada 2025, setelah jeda sejak Desember 2024 yang sebelumnya diwarnai tiga kali pemotongan suku bunga. Proyeksi The Fed juga mengisyaratkan akan ada dua penurunan tambahan masing-masing 25 bps pada sisa pertemuan tahun ini. Hal ini menunjukkan pejabat The Fed mulai lebih fokus pada risiko pelemahan pertumbuhan ekonomi dan meningkatnya tingkat pengangguran, dibandingkan ancaman inflasi akibat kebijakan perdagangan pemerintahan Trump.
Reli emas tahun ini juga diperkuat oleh pembelian berkelanjutan bank sentral, diversifikasi dari dolar AS, permintaan aset aman di tengah ketegangan geopolitik, serta pelemahan dolar secara luas. Sejak awal tahun, harga emas telah melonjak lebih dari 40%.
Ke depan, analis memperkirakan emas diperdagangkan pada kisaran US$3.600–US$3.900 dalam jangka pendek hingga menengah, dengan peluang menguji US$4.000 tahun depan jika ketidakpastian global terus berlanjut.
Untuk logam mulia lainnya, perak turun 1,5% ke US$41,9 per ounce, platinum melemah 1,1% ke US$1.374,99, dan palladium terkoreksi 0,9% ke US$1.165,48.
Sumber: Reuters.com
