EMAS SENTUH REKOR BARU DI $3.600, USAI DATA KETENAGAKERJAAN AS MELEMAH

Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada Jumat (5/9), menembus level $3.600 per ons setelah laporan Nonfarm Payrolls (NFP) Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. Kondisi ini memicu spekulasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan melanjutkan pemangkasan suku bunga. Pada saat penulisan, XAU/USD diperdagangkan di $3.594, naik 1,30%.

Lemahnya data ketenagakerjaan menekan imbal hasil obligasi AS, memperlemah Dolar, dan meningkatkan minat investor terhadap aset safe haven seperti emas. Tingkat pengangguran naik, sementara pertumbuhan pendapatan per jam rata-rata tercatat stabil.

Imbal hasil Treasury terkoreksi di seluruh kurva, dengan penurunan terbesar pada obligasi bertenor 2 tahun yang turun lebih dari 11 basis poin ke 3,48%. Pelemahan imbal hasil ini mendorong penurunan Indeks Dolar AS (DXY) sebesar 0,70% ke level 97,57.

Prospek emas kian positif karena isu independensi The Fed mencuat, menyusul upaya mantan Presiden AS Donald Trump untuk memecat Gubernur Fed Lisa Cook. Kondisi tersebut semakin menekan Dolar dan memperkuat permintaan terhadap emas.

Bahkan, analis dari Standard Chartered Bank memperkirakan penurunan suku bunga sebesar 50 basis poin pada September. Mereka menilai revisi data ketenagakerjaan April 2024 hingga Maret 2025, yang akan dirilis pekan depan, dapat mendukung skenario tersebut.

Selanjutnya, para pedagang emas akan menanti data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS pekan depan. Jika tren desinflasi berlanjut, peluang penurunan suku bunga dalam rapat Fed pada 16–17 September akan semakin terbuka.

Sumber: Fxstreet