EMAS MENGUAT TIPIS, FOKUS KE DATA INFLASI

Harga emas bergerak tipis pada Rabu (27/8) seiring investor menanti rilis data inflasi Amerika Serikat yang akan menjadi petunjuk peluang pemangkasan suku bunga. Kekhawatiran mengenai independensi Federal Reserve juga masih membayangi setelah Presiden AS Donald Trump berupaya memecat seorang gubernur The Fed.

Harga emas spot naik 0,1% ke level US$3.394,49 per ons pada pukul 14.22 waktu setempat (18.22 GMT). Sementara itu, kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember ditutup menguat 0,5% di US$3.448,6.

Data Pengeluaran Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditures/PCE), tolok ukur inflasi pilihan The Fed, akan dirilis pada Jumat. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan indeks harga PCE naik 2,6% pada Juli, sama seperti bulan sebelumnya.

“Jika data PCE lebih tinggi dari ekspektasi, pasar akan mempertanyakan apakah The Fed masih bisa memangkas suku bunga pada September. Namun, angka inflasi harus sangat kuat untuk menggagalkan rencana tersebut,” kata Jim Wyckoff, analis Kitco Metals.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pasar saat ini memperkirakan lebih dari 87% peluang pemangkasan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan The Fed bulan depan.

Sementara itu, Trump menyatakan akan memberhentikan Gubernur The Fed Lisa Cook dari dewan. Pihak pengacara Cook menegaskan akan menggugat untuk mencegah langkah tersebut, yang berpotensi menimbulkan pertarungan hukum panjang.

“Upaya untuk memecat seorang gubernur The Fed sangat negatif bagi ekonomi, suku bunga, dan dolar,” ujar Jeffrey Christian dari CPM Group. “Emas kini bergerak dalam rentang sempit karena pasar masih menilai implikasinya bagi ekonomi.”

Untuk logam mulia lainnya, perak spot turun 0,1% ke US$38,57 per ons, platina melemah 0,2% ke US$1.345,66, dan paladium terkoreksi 0,3% ke US$1.091,01.

Sumber: Reuters