PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 06/12/2023 – Harga emas ditutup terkoreksi 0,51% di US$2.019 per troy ons pada Selasa (5/12/2023)
Penurunan ini dipicu oleh penguatan dolar dan kehati-hatian investor menjelang data ketenagakerjaan Amerika Serikat. Dolar indeks naik 0,24%, mendekati tertingginya dua minggu lalu, membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Para analis memperkirakan pelemahan jangka pendek pada emas, dan risiko geopolitik bisa mendorong harga emas menuju puncak baru.
Menurut Jim Wyckoff, analis senior di Kitco Metals mengatakan “Kenaikan harga emas sudah habis dan terhenti setelah reli. Kemungkinan Level US$2.000 per troy ons akan menjadi titik terendah jangka pendek pasar emas”.
Dan Pelaku pasar memperkirakan kemungkinan penurunan suku bunga sebesar 66% pada Maret 2024.
Meskipun data ketenagakerjaan AS menunjukkan pasar pekerjaan yang melemah, investor tetap memantau laporan non-farm payrolls AS untuk November. Harga emas sangat responsif terhadap perubahan suku bunga AS, dengan kenaikan suku bunga membuat emas kurang menarik, sementara suku bunga yang lebih rendah dapat meningkatkan daya tarik emas.”
Sumber: CNBC Indonesia Research
