PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 07/11/2023 – Harga emas masih melemah pada hari ini. Pada perdagangan Selasa pagi (7/11/2023), harga emas ada di posisi US$ 1.976,72 atau melandai 0,05%.
Pelemahan emas termasuk sangat cepat mengingat sang logam mulia masih menembus US$ 1.992 pada Jumat pekan lalu.
Analis dari Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan harga emas melandai karena faktor ketegangan geopolitik sudah memudar. Meskipun perang Israel vs Hamas masih sengit tetapi pelaku pasar melihat belum ada potensi jika perang meluas.
Saat ini pelaku pasar juga menunggu pidato penting Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell. Powell dijadwalkan berpidato pada Division of Research and Statistics Centennial Conference, Washington, D.C. pada Rabu waktu AS (8/11/2023).
Pidato Powell diharapkan bisa memberi sinyal kepada pelaku emas mengenai arah kebijakan The Fed ke depan yang akan berdampak ke emas. Jika Powell kembali hawkish maka emas bisa melemah demikian juga sebaliknya.
Pelaku pasar melihat The Fed masih akan menahan suku bunga pada Desember mendatang. Artinya, hingga akhir tahun suku bunga masih berada di level 5,25-5,50%.
Analis Heraeus Metals menjelaskan emas masih bisa merangkak naik ke atas US$ 2.000 per troy ons. “Emas butuh sinyal jelas dari The Fed kapan akan memangkas suku bunga untuk bisa naik e katas US$ 2.000,” tutur Heraeus Metals dikutip dari Reuters.
Sumber: CNBC Indonesia
Emas Mencermati The Fed dan Masih Bisa Tembus US$ 2.000
