PT. KONTAKPERKASA FUTURES BALI 03/02/2026 – Indeks Hang Seng kembali melemah untuk hari kedua berturut-turut. Bursa Hong Kong ditutup terkoreksi 2,2% atau 611,54 poin ke level 26.775,57 pada perdagangan Senin (2/2). Penurunan ini menjadi yang terbesar sejak 21 November, ketika indeks sempat turun 2,4%.
Tekanan jual kali ini dinilai tidak sekadar koreksi ringan, melainkan mulai menunjukkan fase risk-off yang lebih kuat. Pelemahan juga terjadi secara merata di hampir seluruh sektor, menandakan aksi jual berlangsung luas.
Saham sektor perdagangan dan industri memimpin pelemahan. Secara keseluruhan, pasar tampak melemah serentak: dari 88 saham yang diperdagangkan, 75 saham turun, 11 saham naik, dan sisanya stagnan. Kondisi tersebut mencerminkan investor melakukan pelepasan posisi secara menyeluruh, bukan hanya pada saham tertentu.
Salah satu penekan utama datang dari saham-saham teknologi berkapitalisasi besar. Alibaba Group Holding Ltd. menjadi kontributor pelemahan terbesar setelah turun 3,5%, turut membebani sentimen saham growth yang cenderung sensitif terhadap perubahan psikologi pasar.
Sementara itu, BYD Co. mencatat koreksi terdalam pada sesi ini, turun 6,9%. Penurunan BYD mengindikasikan tekanan jual turut menghantam saham-saham yang sebelumnya menjadi favorit pasar, sehingga saham pemimpin (leader stocks) juga menjadi target aksi ambil untung saat sentimen memburuk.
Secara umum, Hang Seng saat ini menghadapi tekanan yang bersifat broad-based. Dengan mayoritas saham bergerak turun dan emiten besar seperti Alibaba serta BYD ikut menjadi pemberat, pasar dinilai masih memerlukan katalis baru untuk kembali stabil.
(Arl)
Sumber: Newsmaker.id
