PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 08/01/2026 – Harga minyak dunia bergerak menguat terbatas seiring pelaku pasar mencermati langkah terbaru Amerika Serikat terkait Venezuela. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bertahan di kisaran US$56 per barel, sementara Brent masih bergerak di bawah US$60 per barel.
Penguatan terbatas ini mencerminkan sikap wait and see pelaku pasar terhadap rencana Amerika Serikat yang disebut ingin mengendalikan alur penjualan minyak Venezuela ke pasar global. Isu tersebut tidak hanya berkaitan dengan sanksi, tetapi juga dengan mekanisme pengaturan distribusi minyak Venezuela ke depan.
Menteri Energi AS, Chris Wright, menyatakan bahwa pemerintah AS akan memulai skema tersebut dengan menawarkan minyak mentah yang telah tersimpan (stored crude), sebelum melanjutkan ke penjualan pasokan minyak Venezuela berikutnya. Kementerian Energi AS juga mengonfirmasi bahwa minyak tersebut telah mulai dipasarkan.
Dari sisi Venezuela, perusahaan minyak negara PDVSA mengklaim tengah melakukan negosiasi dengan Washington agar penjualan minyak dapat berlangsung melalui mekanisme yang menyerupai kerja sama dengan Chevron, yang hingga kini menjadi satu-satunya perusahaan minyak besar AS yang masih beroperasi di Venezuela.
Di ranah politik, Presiden Donald Trump mendorong perusahaan-perusahaan AS untuk ikut serta dalam pembangunan kembali industri energi Venezuela, yang mengalami penurunan kapasitas akibat kurangnya perawatan dan investasi selama bertahun-tahun. Sejalan dengan itu, pemerintah AS mulai menerapkan pelonggaran sanksi secara selektif.
Tekanan AS juga terlihat di jalur maritim. Otoritas AS kembali menyita dua kapal tanker yang terkait pelanggaran sanksi, termasuk kapal Bella 1, yang sebelumnya sempat menghindari pengawasan dengan mengganti registrasi ke bendera Rusia, sebelum akhirnya berhasil dicegat di Samudra Atlantik.
Inti Poin:
- Harga minyak menguat terbatas, pasar masih bersikap wait and see.
- AS menyiapkan skema pengaturan penjualan minyak Venezuela.
- Tahap awal dimulai dari penjualan stored crude.
- PDVSA mengklaim sedang menegosiasikan mekanisme penjualan mirip skema Chevron.
- AS meningkatkan tekanan melalui penyitaan tanker terkait sanksi.
Sumber: Newsmaker.id
