Poundsterling Melemah,Di tengah isu anggaran Inggris dan ketidakpastian The Fed

PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 02/12/2025 – Pasangan mata uang GBP/USD melemah pada perdagangan Senin, mengawali bulan Desember dengan penurunan sekitar seperempat persen. Pound Sterling kembali terpental dari area teknikal yang menjadi zona jual, sehingga berpotensi menghadapi tekanan lanjutan bila arus dana global terus mengalir ke Dolar AS. Selama minat pasar terhadap USD tetap kuat, ruang penguatan signifikan bagi GBP masih terbatas.

Dari sisi domestik, Pound terbebani dinamika politik Inggris. Kanselir Keuangan Rachel Reeves mendapat kritik karena dinilai salah memaparkan kondisi anggaran negara. Reeves mendorong narasi bahwa kenaikan pajak “tak terelakkan”, sementara Kantor Pertanggungjawaban Anggaran (OBR) mencatat adanya surplus tak terduga yang ditopang oleh pertumbuhan upah serta penerimaan pajak yang lebih tinggi dari perkiraan. Pada saat yang sama, pemerintahan Perdana Menteri Keir Starmer juga mengalami pelemahan dukungan baik di parlemen maupun internal Partai Buruh. Situasi ini meningkatkan keraguan investor terhadap prospek Pound.

Sementara itu, pasar global menyoroti peluang pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada Desember. Minimnya data ekonomi AS akibat penutupan pemerintahan yang berkepanjangan membuat The Fed kekurangan acuan kuat terkait inflasi dan ketenagakerjaan menjelang keputusan suku bunga 10 Desember. Pasar memperkirakan peluang cukup tinggi bahwa The Fed akan memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, sebagian pelaku pasar melihat kemungkinan besar pemangkasan suku bunga baru terjadi seperempat poin pada Januari. Ketidakpastian ini membuat pergerakan Dolar AS serta GBP/USD berpotensi tetap fluktuatif dalam waktu dekat.
(az — Sumber: Newsmaker.id)