Harga emas melemah tipis pada Selasa (19/8) seiring penguatan dolar AS, sementara investor menanti pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada simposium tahunan Jackson Hole akhir pekan ini.
Emas spot turun 0,4% ke level US$3.317,71 per ons pada pukul 01.42 ET (17.42 GMT), sempat menyentuh posisi terendah sejak 1 Agustus di awal sesi. Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup turun 0,6% di US$3.358,70.
Indeks dolar AS berbalik stabil, sedangkan imbal hasil obligasi acuan 10 tahun mengalami penurunan.
“Secara umum, para pelaku pasar tengah memposisikan diri di pasar berjangka menjelang pertemuan Jackson Hole. Aktivitas perdagangan diperkirakan akan cenderung sepi hingga saat itu,” ujar Jim Wyckoff, Analis Senior Kitco Metals.
Simposium Jackson Hole akan digelar akhir pekan ini di Wyoming, dengan Powell dijadwalkan menyampaikan pandangan terkait prospek ekonomi dan kebijakan moneter pada Jumat.
Presiden AS Donald Trump kembali mendesak The Fed untuk melakukan pemangkasan suku bunga lebih dalam. Wyckoff memperkirakan Powell akan cenderung bersikap dovish, yang berpotensi memberi dukungan pada emas dan perak.
Emas yang tidak memberikan imbal hasil umumnya lebih menarik dalam kondisi suku bunga rendah. Saat ini, pasar menilai ada peluang 85% bahwa The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada September, berdasarkan perangkat FedWatch CME.
Dari sisi data, risalah rapat The Fed bulan Juli yang akan dirilis Rabu diharapkan memberi sinyal tambahan terkait prospek ekonomi AS.
Sementara itu, UBS menaikkan target harga emas untuk akhir Maret 2026 sebesar US$100 menjadi US$3.600 per ons, dengan alasan risiko makroekonomi AS, menurunnya penggunaan dolar, dan kuatnya permintaan investasi.
Untuk logam lainnya, perak spot turun 1,8% menjadi US$37,34 per ons, platinum melemah 1,1% ke US$1.307,90, dan paladium terkoreksi 1,6% ke US$1.104,68.
Sumber: Reuters
