PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 26/01/2026 – Harga emas kembali mencetak rekor baru dan menarik perhatian pasar global. Pada perdagangan Senin (26/1), emas melesat ke level tertinggi sepanjang masa dengan menembus US$5.000 per ons, mencerminkan meningkatnya permintaan terhadap aset aman di tengah kondisi dunia yang semakin tidak pasti.
Emas spot tercatat naik hampir 1% ke level US$5.029 per ons, sementara kontrak berjangka emas AS juga bergerak di kisaran yang sama. Analis independen Ross Norman memperkirakan harga emas masih berpeluang melanjutkan penguatan hingga US$6.400 per ons tahun ini, dengan estimasi rata-rata sekitar US$5.375 per ons.
Penguatan emas tidak terlepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik. Hubungan Amerika Serikat dan NATO memanas akibat isu Greenland, sementara konflik Rusia–Ukraina masih berlarut meski terdapat upaya dialog damai yang dimediasi AS. Serangan udara Rusia terbaru bahkan menyebabkan lebih dari satu juta warga Ukraina mengalami pemadaman listrik di tengah musim dingin ekstrem.
Tekanan pasar juga bertambah setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif 100% terhadap Kanada apabila negara tersebut melanjutkan kerja sama dagang dengan China. Ancaman ini memicu kekhawatiran baru terkait potensi perang dagang dan risiko perlambatan ekonomi global.
Sepanjang tahun 2025, harga emas telah melonjak sekitar 64%, didorong oleh kebijakan moneter AS yang relatif longgar, pembelian agresif oleh bank sentral—termasuk China—serta arus dana besar yang masuk ke ETF berbasis emas. Seiring dengan itu, harga perak juga mencatat sejarah baru dengan menembus US$100 per ons, mempertegas tren perburuan aset aman oleh investor global.
Sumber: Newsmaker.id
