PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 22/01/2026 – Harga minyak dunia bergerak relatif stabil dalam beberapa sesi terakhir seiring meredanya ketegangan geopolitik terkait isu Greenland. Pasar kini mengalihkan perhatian pada kondisi pasokan dan prospek keseimbangan minyak global.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dilaporkan menahan diri dari ancaman penerapan tarif besar terhadap negara-negara Eropa yang sebelumnya mencuat dalam isu pembelian Greenland. Langkah ini diambil setelah tercapainya kerangka kesepakatan yang dinilai mampu meredakan kekhawatiran pasar.
Pelaku pasar juga mencermati laporan terbaru dari Badan Energi Internasional (IEA). Lembaga tersebut masih memproyeksikan bahwa pasokan minyak global berpotensi melampaui permintaan pada 2026, meskipun proyeksi pertumbuhan permintaan mengalami sedikit kenaikan dibandingkan perkiraan sebelumnya.
Di pasar berjangka, minyak mentah acuan Amerika Serikat West Texas Intermediate (WTI) dan minyak Brent Eropa bergerak dalam kisaran moderat tanpa lonjakan signifikan. Kenaikan harga yang sempat terjadi sebelumnya, dipicu oleh kekhawatiran geopolitik, kini mulai mereda seiring klarifikasi kebijakan AS dan sinyal kompromi dengan Eropa.
Dari sisi pasokan, perhatian pasar tertuju pada perkembangan produksi di Kazakhstan serta potensi tambahan suplai dari Venezuela. Kedua faktor tersebut dinilai dapat memengaruhi volume minyak yang mengalir ke pasar global.
Dengan kondisi stok minyak yang terus dipantau dan tensi geopolitik yang cenderung menurun, analis memperkirakan harga minyak akan bergerak stabil dalam waktu dekat. Meski demikian, pasar tetap rentan terhadap perubahan cepat apabila terjadi gangguan pasokan atau kebijakan perdagangan baru.
(az)
Sumber: Newsmaker.id
