Perak Tembus Rekor di Atas $60,Didongkrak Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed

PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 10/12/2025 – Harga perak kembali melesat dan berhasil menembus level psikologis $60 per ounce untuk pertama kalinya. Pada Rabu pagi, harga sempat menyentuh rekor tinggi di kisaran $60,92 per ounce, melanjutkan reli kuat 4,3% pada sesi sebelumnya. Lonjakan cepat ini semakin menarik perhatian pasar yang saat ini tengah bergeser ke aset-aset lindung nilai di tengah ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter.

Dari sisi fundamental, reli perak banyak ditopang oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali memangkas suku bunga acuan sebesar 0,25% pada pertemuan 9–10 Desember. Suku bunga yang lebih rendah biasanya menjadi sentimen positif bagi logam mulia karena menurunkan daya tarik aset berimbal hasil seperti obligasi.

Pasar juga sudah mengantisipasi arah kebijakan The Fed untuk tahun depan. Kevin Hassett, yang disebut sebagai kandidat kuat pengganti Jerome Powell sebagai Ketua The Fed, menyatakan bahwa masih ada ruang signifikan untuk pemangkasan suku bunga lebih lanjut. Pernyataan tersebut semakin memperkuat spekulasi bahwa era suku bunga lebih rendah dapat berlanjut.

Dari sisi pasokan, kondisi fisik perak masih relatif ketat. Pasar global masih dalam tahap pemulihan setelah gangguan suplai besar pada Oktober. Aliran logam ke gudang-gudang di London memang mulai membaik, namun biaya pinjaman perak tetap tinggi—menandakan suplai belum sepenuhnya longgar. Di sisi lain, stok perak di Tiongkok bahkan turun ke level terendah dalam satu dekade.

Hingga berita ini diturunkan, harga perak masih naik sekitar 0,3% di kisaran $60,86 per ounce. Emas ikut menguat tipis 0,1% ke level $4.211,30 per ounce, sementara platinum dan paladium bergerak stabil. Indeks Dolar Bloomberg cenderung mendatar setelah sempat menguat 0,1%, sehingga tidak menjadi hambatan besar bagi pergerakan logam mulia.

Source: Bloomberg