PT KONTAKPERKASA FUTURES BALI 02/12/2025 – Harga perak bergerak stabil di kisaran US$57 per ons setelah sempat menyentuh rekor tertinggi mendekati US$59 di awal pekan. Tekanan jual muncul karena sebagian pelaku pasar memilih melakukan aksi ambil untung setelah reli yang dinilai cukup agresif. Koreksi lebih dari 2% pada sesi sebelumnya juga membuat perak keluar dari zona jenuh beli, sehingga pelemahan ini lebih tampak sebagai jeda sehat dibandingkan potensi pembalikan tren.
Kenaikan perak dalam beberapa pekan terakhir banyak ditopang oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga pada pertemuan pekan depan. Harga swap menunjukkan pasar hampir sepenuhnya mengantisipasi adanya pemangkasan suku bunga—sentimen yang biasanya positif bagi logam mulia seperti perak dan emas yang tidak memberikan imbal hasil.
Menariknya, ekspektasi tersebut tetap kuat meskipun data terbaru menunjukkan klaim pengangguran AS turun ke posisi terendah dalam tiga tahun, menandakan pasar tenaga kerja yang tetap solid.
Pada pukul 07.45 waktu Singapura, perak tercatat melemah tipis 0,2% ke US$57,02 per ons, sementara emas bergerak stabil di sekitar US$4.205 per ons. Harga platinum dan paladium juga relatif tidak berubah. Di sisi lain, Indeks Bloomberg Dollar Spot naik 0,1% pada sesi sebelumnya, yang secara umum dapat membatasi pergerakan logam mulia karena dolar yang lebih kuat membuatnya lebih mahal bagi pembeli internasional.
Sumber: Newsmaker.id
