HARGA EMAS TERKOREKSI PASCA DATA INFLASI AS DORONG DOLAR & IMBAL HASIL

Harga emas terkoreksi pada Kamis (14/8) setelah data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan serta penurunan klaim pengangguran mendorong penguatan dolar dan imbal hasil obligasi Treasury. Kondisi ini mengurangi peluang pemangkasan suku bunga besar pada September.

Pada pukul 09.15 waktu AS (13.15 GMT), harga emas spot melemah 0,1% menjadi US$3.352,65 per troy ons. Kontrak berjangka emas AS pengiriman Desember turun 0,2% ke US$3.400,60.

Indeks dolar (DXY) menguat 0,2% dari level terendah lebih dari dua pekan, membuat emas batangan kurang menarik bagi pembeli non-AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga naik tipis dari level terendah sepekan.

Data harga grosir AS (PPI) pada Juli tercatat naik 3,3% (yoy), mengalahkan perkiraan 2,5%. Klaim pengangguran mingguan tercatat 224.000, lebih rendah dari perkiraan 228.000. Data ini meredam spekulasi pemangkasan suku bunga sebesar setengah poin pada September. Pasar kini lebih condong memperkirakan pemangkasan seperempat poin pada September dan satu kali lagi pada Oktober, sejalan dengan pernyataan Mary Daly dari The Fed bahwa pemangkasan besar tidak diperlukan.

“Emas turun karena PPI AS yang lebih kuat dari ekspektasi dapat menurunkan harapan pemangkasan suku bunga, sebab dapat mendorong Core PCE Juli lebih tinggi juga—kemungkinan membuat The Fed tetap berhati-hati,” ujar Ole Hansen, Kepala Strategi Komoditas Saxo Bank. “Namun secara keseluruhan, data ini tidak mengubah pandangan bullish kami terhadap emas karena pada akhirnya The Fed harus memilih antara melawan inflasi atau mendukung ekonomi.”

Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump memperingatkan akan ada “konsekuensi berat” jika Presiden Rusia Vladimir Putin menolak proposal damai Ukraina pada KTT mendatang, sambil memberi sinyal pertemuan lanjutan dengan pemimpin Ukraina.

Di logam mulia lainnya, perak spot turun 1% ke US$38,11 per troy ons, platinum naik 1% ke US$1.352,60, dan palladium menguat 1,7% ke US$1.140,81.

Sumber: Reuters