Kontak Perkasa – Harga emas (XAU/USD) mempertahankan bias bearish intraday pada paruh pertama sesi perdagangan Eropa hari Senin, meskipun berhasil memantul dari level $3.300 terendah dalam sepekan yang sempat disentuh pagi ini. Penguatan permintaan terhadap Dolar AS menjadi faktor utama yang mendorong arus keluar dari aset komoditas seperti emas.
Namun demikian, meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve AS (The Fed) akan kembali memangkas suku bunga tahun ini dapat membatasi agresivitas pelaku pasar dalam membeli Dolar, dan pada gilirannya bisa memberikan sedikit dukungan bagi logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil ini.
Sementara itu, Presiden Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa AS hampir menyelesaikan beberapa perjanjian dagang dalam beberapa hari ke depan, dan akan memberitahu negara lain mengenai tarif yang lebih tinggi sebelum 9 Juli, dengan tarif tersebut dijadwalkan berlaku mulai 1 Agustus.
Trump sebelumnya mengumumkan tarif dasar sebesar 10% pada bulan April untuk sebagian besar negara, serta tarif “timbal balik” yang lebih tinggi hingga 50%, dengan batas waktu awal pada hari Rabu ini.
Data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan pada pekan lalu semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan segera memangkas suku bunga seperti yang diperkirakan sebelumnya. Pasar kini menantikan risalah pertemuan FOMC terakhir dan pidato sejumlah pejabat Fed pekan ini untuk petunjuk lebih lanjut tentang arah kebijakan moneter.
Selain itu, kekhawatiran bahwa kebijakan pemotongan pajak besar-besaran dan paket belanja pemerintah dari Presiden AS Donald Trump dapat memperburuk masalah utang jangka panjang Amerika Serikat turut menjadi faktor yang bisa menahan penguatan Dolar lebih lanjut. Sementara itu, sentimen pasar masih rapuh akibat ketidakpastian yang menyelimuti kebijakan perdagangan Presiden Trump yang tidak terduga.
Di sisi lain, serangan udara terbaru Israel ke Yaman–yang merupakan yang pertama dalam hampir satu bulan telah menurunkan minat investor terhadap aset berisiko, sehingga turut membantu membatasi tekanan penurunan harga emas yang dikenal sebagai aset safe haven. Kondisi ini menjadi sinyal peringatan bagi para penjual (bear) untuk tetap berhati-hati – Kontak Perkasa Bali
Sumber : newsmaker.id
